Analisis Jejaring Sosial (AJS) versus Teroris, Radikal, Kriminal, Spionase, dan Insurjensi

Oleh : Budiman Djoko Said Pendahuluan.

                                       …  The most powerful gang is the most violent gang. With violence you get power, and with power you get money.[3]

Sosiometry adalah model jejaring sosial sederhana guna memetakan hubungan personal. Gambar bawah; jejaring sederhana dengan kesukaan memilih teman saat makan malam bersama di-meja besar dengan 26 tempat duduk para gadis [4].

Referensi: Wouter de Nooy, et-all, Exploratory Social Network Analysis with Pajek, (Cambridge Univ Press, 2005), hal 4. Arah menunjuk simpati (Irene ke Hilda, Hilda suka kepada Betty vice versa), dst. Angka 1, 2, dst adalah skala kesukaan personal. Apa jadinya bila simpul diganti aktor teroris, insurjen, radikal, kriminal, pesaing, gengs à AJS mudah membacanya.

AJS merupakan koleksi graphik (graph theory), pengukuran (measurement), matrik & psikologik menjadi satu paket bermanfaat. Dunia hankam (defense & security) menggeluti AJS bagi kepentingan intelijen, yakni membaca  hubungan kelompok satu sama lain guna serius melacak perilaku organisasi lawan atau insurjensi. AJS bisa menganalisis jejaring makrososial—mendeteksi jejaring kriminal transnasional yang melalui laut, udara dan perbatasan dan transaksi serta “hack” terhadap aktor lain melalui dunia IRC (internet chat room) versus ribuan anggota kriminal. Mengapa jejaring teroris tidak sama struktur-nya? Mudah mengelabui intelijen dengan struktur jejaring yang tidak sesuai fungsinya. AJS kapabel membangun model teknik cesasi & pasar senjata gelap guna menemukan jaringan senjata gelap. Membangun model konspirasi, infrastruktur kritik dan kelemahan kritikal jejaring guna menemukan aspek & dampak sosial serta ekonomi bagi keamaman nasional[5]. Munculnya jejaring gelap (dark network) menarik, alasannya; penggunaan crypto untuk melakukan transaksi atau pertemuan, memanfaatkan jejaring “gelap” untuk merekrut  dan menjadi “penampungan” situs yang diblok pemerintah atau lawan, meng”krypto” karensi dan penggalangan dana [6]. Polri memantau jejaring Mujahidin, JAD, dll; termasuk afiliasi mereka dengan NIIS[7] dengan menggunakan AJS atau teknik lain. Harapannya giat ini diikuti oleh ajensi intelijen lain termasuk TNI. Mengapa? Hadirnya bentuk peperangan (tidak beraturan, generasi ke-empat, hybrid) dengan ancaman berbeda. Operator proxy, peperangan hybrid & cyber terlatih dalam operasi informasi (termasuk internet hacking). Mahir memasuki jaringan komputer termasuk birokrat, belajar dari serangan hacking di negara-negara bekas bagian Uni Soviet. Mengenal dan memahami sedikit konsep AJS serta mengerti materi-materi ajaran pendukung AJS di-AAL-Diklapa sebagai bekal ke-program magister atau perangkat kajian dijajaran Srena TNI-AL[8]. AJS kapabel mengontrol relasi organisasi besar pemerintah dengan mitra kerjasama atau evaluasi pelayanan publik. Bahasan tidak menyentuh formulasi matematik.

 

Introduksi AJS

If you want to understanding function, study structure”.(F.H.C.Crick) [9].

AJS adalah studi relasi sosial anggota struktur jejaring[10]. Jejaring adalah koleksi aktor yang terhubung melalui busur atau ikatan. NATO; The Intelligencer dan London School of Economics melirik AJS mengait agenda terorisme[11] tahun 2003. Varian jejaring; sentralisasi, desentralisasi (klaster yang terikat) dan terdistribusi (distributed) [12].

 

 

 

 

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap