FALSAFAH DAN TEORI PERANG: Warisan Carl Von Clausewitz yang masih relevan sampai saat ini

FALSAFAH  DAN TEORI  PERANG

Warisan Carl Von Clausewitz yang masih relevan sampai saat ini

Oleh: Willy F. Sumakul

 

1.Riwayat hidup singkat Carl Von Clausewitz.

Carl Von Clausewitz (1780-1831) adalah seorang perwira Angkatan Darat Prusia( sekarang Jerman) yang sangat  brilian, karena pemikiran-pemikirannya tentang falsafah perang dan militer pada umumnya masih dianut bahkan masih sangat relevan hingga saat ini. Sekalipun dia adalah seorang perwira Angkatan Darat, namun teori perang yang mencakup latar belakang politik yang menjadi asal muasalnya, tujuan yang ingin dicapai dan sarana yang akan digunakan, semuanya dapat diterapkan pada ketiga Angkatan Bersenjata dinegara manapun. Dalam bukunya yang sangat terkenal “ON WAR” dia menguraikan tentang falsafah, politik, hubungan sipil –militer, strategy , bahkan operasional  untuk melakukan peperangan. Kita mungkin sepakat bahwa pada level operasional dan taktik tentu banyak yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini didunia yang ditandai dengan kemajuan teknologi alat utama senjata serta teknologi infomasi. Oleh karena itu dalam tulisan inipun  penulis hanya akan membatasi pada level  falsafah, politik dan sedikit pada level strategi yang masih cukup relevaan dewasa ini. Dinegara-negara yang sangat maju secara ekonomi dan pertahanan sekalipun saat ini, teori Clausewitz yang dituangkan dalam buku On War, masih diajarkan terus di lembaga-lembaga pendidikan militer seperti misalnya di US Naval War College. Bahkan kesan penulis, mereka sangat fanatik dengan buku ini, sehingga dijadikan salah satu referensi ajaran sepanjang tahun. Selain dari itu buku tersebut juga terus  menjadi bahan kuliah , diskusi, inspirasi , dan sumber penulisan yang tidak pernah terasa usang. Mengacu pada hal ini maka seyogiyanya juga dilembaga-lembaga pendidikan tertinggi TNI perlu juga diajarkan dan memahami dengan baik tentang isi buku tersebut. Bahkan dalam birokrasi pemerintahan khususnya yang terkait dengan masalah-masalah Pertahanan dan badan legislatif sebagai penyusun Undang-undang yang berkaitan dengan hubungan Sipil-Militer.

Carl Von Clausewitz  dilahirkan  pada tahun 1780 diwilayah Hanover Prusia,  anak dari seorang  letnan (setengah bayaran)Angkatan  Darat Prusia. Keluarganya sebenarnya bukan keturunan militer bahkan lebih sebagai aristocrat , dimana ayahnya direkrut menjadi tentara bayaran oleh raja Fredrik The Great, karena keadaan Negara yang krisis pada waktu itu yang sedang menghadapi perang. Clausewitz  mendaftarkan diri masuk kedalam Angkatan Darat kerajaan Prusia pada usia 13 tahun , di resimen infantry.

Karir aktif Clausewitz dimiliter sebahagian besar dihabiskan pada masa perang Napoleon. Dia menjadi anggota  tentara inti ( bukan dari masyarakat biasa), yang disebut Junkers yang dekat dengan lingkungan kerajaan.

Sifatnya yang introvert, tenang, pemalu , suka belajar sendiri, menyebabkan dia dapat menulis dalam banyak bidang tidak hanya militer tapi juga bidang philosophi, politik, seni bahkan pendidikan. Pengalaman perangnya yang  pertama adalah ketika dia bergabung dengan koalisi Pertama dalam AD Prusia yang pada waktu itu terlibat peperangan dengan Perancis dan berhasil memukul mundur pasukan Perancis di sungai Rhine. Pada tahun 1801 dia dipindahkan ke Berlin ke War College yang baru dibuka  dibawah jenderal Gerd von Scharnhorst, dan disinilah bakatnya dikembangkan sebagai seorang pemikir militer yang brilliant.

Pengalaman  ketika ikut terlibat langsung dalam Perang Napoleon memberikan banyak  pelajaran baginya , antara lain yang menimbulkan satu pertanyaan besar yang harus dijawab ; bagaimana pasukan Prancis dibawah Napoleon mencapai sukses besar di Eropah padahal tentaranya kurang terlatih, kurang disiplin, kurang perwira yang berbakat, kekurangan dukungan logistik , struktur organisasi yang tidak solid dan sebagainya. Jawabannya  kemudian ditemukan adalah bahwa terdapat kaitan yang sangat erat dengan transformasi masyarakat yang muncul saat itu di Prancis yang ingin mendirikan sebuah Negara bangsa Perancis. Dengan kata lain bahwa militansi rakyat/ bangsa Perancis saat itu merupakan suatu kekuatan yang luar biasa yang menggerakkan tentaranya begitu rupa sehingga tidak mudah dikalahkan.  Karena itu untuk dapat menaklukkan tentara Perancis, tidak cukup dengan hanya mengetahui strategi dan taktik perangnya, tapi harus juga mengetahui konteks politik yang melatarbelakangi strategi perangnya.1

Selesai dari War College tahun 1803, Clausewitz diangkat menjadi ajudan dari Pangeran August dan pada tahun itu juga dia menikah dengan Marie seorang gadis yang sangat terpelajar , putri dari Count von Bbruhl. Selama dua tahun berikutnya dia mulai menulis bukunya yang berlangsung selama hampir 20 tahun berikutnya yang berjudul  ON WAR. Tahun 1806, pecah perang lagi dengan Prancis dan Clausewitz mengikuti komandannya dimedan perang sebagai seorang komandan battalion. Dia dan komandannya ditawan oleh Perancis dan dibebaskan pada tahun 1808. Empat tahun berikutnya ia bersama jenderal Scharnhorst melakukan reformasi dalam tubuh AD Prusia , mulai dari taktik sampai keloyalan pada kebijaksanaan poltik.  Kekecewaan Clausewitz muncul ketika tahun 1812 raja Prusia melakukan koalisi dengan Prancis, menyebabkan dia bersama perwira lain keluar dan bergabung dengan AD Russia dibawah kaisar Alexander I, untuk menghadapi serangan Perancis. Tahun 1813 ketika raja Prussia meninggalkan Napoleon, Clausewitz kembali lagi ke Berlin, sekalipun awalnya raja meragukan akan loyalitasnya . Tahun 1814 dia diterima kembali di AD Prusia, dia kemudian diangkat sebagai kepala staf  jenderal Hielmann dan mengambil bagian dalam pertempuran di Waterloo. Jabatan tertinggi dalam karir militernya adalah kepala staf AD Prusia di wilayah barat dibawah jenderal Gneisenau, kemudian ditarik lagi ke Berlin Menjadi direktur War College. Sampai dengan tahun 1830 draft bukunya belum selesai, yang kemudian diteruskan oleh isterinya. Clausewitz meninggal dunia pada tanggal 16 November 1831 dalam usia 51 tahun.

Teori perang Clausewitz  yang disusunnya menjadi sebuah buku berjudul ON WAR, adalah merupakan  suatu sintesa dari pengalaman, penelitian dan pengembangan , yang diawali dengan suatu tesa dan kemudian antitesa dan akhirnya menemukan sintesa.  Dia berpendapat bahwa Teori itu penting karena teori berfungsi melakukan analisis atau penjelasan secara sistematikyang bertujuan untuk menyusun atau mengatur pengetahuan dan memberikan titik referensi atau patokan filsafati kemudian dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. Selain dari itu teori diperlukan untuk mendidik pikiran sehingga seseorang akan lebih mampu menghadapi berbagai situasi yang timbul. Jadi bagi seorang anggota militer(perwira), jangan pernah berkata “ ah teori”. Dibawah ini akan diuraikan secara singkat beberapa esensi teorinya yang perlu dipelajari, mungkin juga perlu dikaji.

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
jahid ghofari
3 years ago

Luar biasa gan mantappp

Scroll to top
2
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap