Good Order at Sea

What Does It Need and What We Can (Must) Do at National Level?

Oleh Heni Sugihartini

 

  1. Pendahuluan

Dalam beberapa waktu terakhir kita menyaksikan pergeseran isu  dan sejumlah event yang terjadi di dan melingkupi domain maritim, baik dilevel global maupun nasional. Mulai dari kenaikan China sebagai ‘kekuatan regional’ bahkan global, peledakkan dan penenggelaman kapal penangkap ikan illegal, isu keamanan di laut China Selatan pasca keluarnya hasil putusan PCA (Permanent Court of Arbitration), sempat ‘bersitegang’-nya Indonesia dan China di perairan Natuna, Pembajakan Anak Buah Kapal Indonesia oleh kelompok Abu Sayyaf, hilangnya empat orang kru TNI AL Indonesia di sekitar perairan Sulu, naiknya Trump ke Gedung putih, hingga insiden terbakarnya KM Zahro Express dan yang terbaru adalah kerusakan lingkunganlaut di Raja Ampat oleh Kapal Persiar asal Inggris,MV Caledonian.

Dari beberapa hal isu dan kejadian diatas mengindikasikan adanya ketidaktertiban di domain maritim di kawasan, utamanya di Indonesia. Karena ketika kita berbicara mengenai keamanan maritim (atau ketertiban di laut) di kawasan Asia Tenggara, maka diakui atau tidak dua pertiganya adalah wilayah dan tanggungjawab Indonesia. Selain itu, isu-isu politik negara besar berpotensi meningkatkan sensifitas negara-negara dikawasan, terutama mengenai Laut China Selatan. Disatu sisi, rentan pecah konflik terbuka antara negara di laut China Selatan membutuhkan suatu managamen konflik yang tepat. Disisi lain, ketidakpastian dibidang politik tentu akan berdampak pada ketidakspastian operasional termasuk law enforcement untuk menangani isu keamanan maritim lainnya seperti IUU fishing, drug and human trafficking, perompakan dst. Begitupun dengan kegiatan pengamanan dan law enforcement yang memerlukan kerjasama juga akan terhambat dengan ada dan meningkatnya sensifitas kawasan tersebut (kedaulatan dan integritas territorial).

Dari latarbelakang tersebut, tulisan ini bertujuan untuk mengeksplor mengenai apa itu ketertiban di laut (good order at sea), apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai dan/atau mempertahankan ketertiban dilaut tersebut, dan apa yang harus dan dapat Indonesia perbuat, khususnya TNI AL, hari ini.

 

  1. Good Order at Sea

Laut telah sejak lama menjadi sumber kehidupan yang sangat berharga bagi peradaban manusia. Till menyebutkan ada empat atribut utilitas laut bagi manusia yang sejak dulu maupun untuk masa depan yang dapat dinikmati oleh manusia, yakni: (a) bagi sumber daya yang dikandungnya; (b) bagi pemanfaatannya sebagai alat transportasi dan perdagangan; (c) bagi pentingnya sebagai alat untuk pertukaran informasi (kabel bawah laut dst.), dan; (d) sebagai sumber kekuasaan atau dominion (Ex. British Empire) (Till 2004: p.310).

Keamanan dan kesejahteraan global pun salah satunya bergantung pada ketertiban di laut dimana hadir disana perdagangan maritim yang licit atau sah secara hukum. Dengan demikian, seiring dengan semakin meningkatnya aktifitas,kepentingan dan interkonektifitas manusia di dunia atau globalisasi -termasuk perdagangan global tadi- nilai strategis laut dan pemanfaatnnya pun semakin tinggi dan kompleks. Demikian juga dengan pemanfaatan laut -utamanya sebagai sumber kekuasaan atau dominion(ex. AS vs Uni Soviet dalam WWII)-kini sudah tidak lagi menjadi kepentingan ekslusif negara-negara maritim besar, namun hampir semua negara di dunia saat ini pun sudah semakin sadar akan nilai strategis dan pentingnya laut bagi bangsa mereka.Selain itu, jika umumnya berbicara tentang keamanan adalah berbicara tentang isu yang sifatnya tradisional (state to state), maka dewasa ini pun konsep tersebut telah berubah dan semakin berkembang meliputi dimensi politik keamanan, keamanan ekonomi, societal, lingkungan dan keamanan manusia.

Begitupun ketika kita berbicara tentang ketertiban di laut,pada dasarnya kita berbicara tentang isu-isu keamanan non-tradisional (soft issues) seperti keamanan lingkungan, keselamatan, keamanan pangan dan keamanan manusia termasuk juga keamanan sumber daya seperti IUU fishing dan energi.Hal ini salah satunya dipicu dengan semakin meningkatnya kesadaran negara-negara terhadap pentingnya isu-isu yang bersifat shared and common dan semakin meluasnya pandangan terhadap konsep keamanan itu sendiri. Bagi Angkatan Laut, walaupun tugas utamanya adalah untuk pertahanan dan menjaga keamanan negara yang umumnya berhadapan dan bergelut dengan isu keamanan tradisional, namun pada pada praktiknya dewasa ini mayoritas Angkatan Laut di dunia lebih banyak melakukan operasi-operasi di masa damai dibandingkan masa perang. Oleh karena itu, Angkatan Laut pun memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pencapaian dan mempertahakan ketertiban di laut tersebut.

Mengapa ketertiban di laut dibutuhkan? karena, disadari atau tidak, nilai pentingnya laut semakin meningkat dan relatif penting dan berpengaruh juga terhadap perekonomian lokal negara pantai. Sebut saja isu IUU fishing di perairan Indonesia dimana pemerintah akhirnya mengumumkan kerugian yang diderita negarahingga milyaran rupiah pertahunnya yang diakibatkan oleh illegal fishing saja. Kemudian perdagangan dan penyelundupan manusia dan obat-obatan terlarang ke Indonesia melalui laut tentu merupakan suatu pelecehan terhadap Indonesia sebagai negara hukum, mengancam keamanan, kesejahteraan dan merusak generasi bangsa. Dalam kasus lain, dengan semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan demand energy dari negara negara Asia (Jepang, China, Korea Selatan) dalam dekade terakhir, kebutuhan terhadap jaminan keamanan dan keselamatan pelayaran menjadi suatu hal yang krusial.

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Scroll to top
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap