MALACCA STRAITS: PROBLEMS AND REMEDIES (DARI PERSPEKTIF TNI AL)

1. Latar  belakang Adaempat unsur yang berkaitan erat di dalam permasalahan Selat Malaka, yaitu: a. Jalur pelayaran internasional yang dilewati oleh 700 kapal perhari[1] sehingga dianggap sebagai jalur yang terpadat didunia. Diharapkan, tidak ada gangguan yang menghambat kelancaran lalu lintas selama melintasi selat tersebut. b. Situasi belakangan ini, perairan di sepanjang selat tersebut di juluki … Baca Selengkapnya

ARSITEKTUR BANGUNAN KEPENTINGAN NASIONAL, KEAMANAN NASIONAL DAN KEADAAN DARURAT[1]

                   ….Strategy and Policy must be grounded in the National Interest……

“Seeking A National Strategy: A Concert For Preserving And Promoting Freedom”, demikian judul laporan tim komisi Dewan Keamanan Nasional AS, Tahap ke-2, tentang Strategi Keamanan Nasional AS abad 21, tanggal 15 April 2000, halaman 6. Disimpulkan secara singkat, dasar dari strategi-strategi nasional atau kebijakan nasional adalah kepentingan nasional (hint: definisi kebijakan lebih sering digunakan ilmuwan Politik, vice versa sama artinya dengan Strategi Raya,[2] sedangkan Strategi sendiri adalah “cara” menghantar “sumber daya nasional yang sangat terbatas” menuju “sasaran”—– from”means” to “ends”.pen).

Baca Selengkapnya

DINAS HIDRO-OSEANOGRAFI TNI AL SEBAGAI LEMBAGA HIDROGRAFI NASIONAL

1. Pendahuluan

Lautan menyimpan potensi sebagai wahana yang dapat meningkatkan kesejahteraan suatu bangsa di mana di dalamnya terkandung begitu banyak sumber daya yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. Lautan juga dapat memainkan peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional, regional bahkan internasional karena 80% perdagangan global diangkut melalui lautan.

Untuk dapat memanfaatkan potensi lautan tadi dengan baik, diperlukan data dan informasi maritim yang lengkap, komprehensif dan akurat. Hal ini dimungkinkan apabila suatu negara memiliki institusi pengumpul data kelautan yang dapat diandalkan. Di banyak negara, State hydrographer atau dinas hidrografi negara mengemban fungsi tersebut karena dianggap sebagai institusi paling tepat untuk melaksanakan misi sebagai pengumpul dan pengolah data kelautan tersebut secara efektif.

Baca Selengkapnya

ARTI PENTING DAN APLIKASI DATA HIDROGRAFI – OSEANOGRAFI DALAM PERANG LAUT MODERN

1. Pendahuluan

MendiangPresidenAS, Franklin D. Roosevelt pernah mengatakan bahwa Angkatan Laut yang baik bukanlah suatu bentuk provokasi menuju sebuah peperangan, namun merupakan jaminan yang pasti bagi suatu perdamaian. Namun demikian, kekuatan sebuah Angkatan Laut harus dibuat sedemikian rupa hingga memiliki kesiapan tempur yang prima bahkan di masa damai sekalipun. Berbeda dengan pertempuran-pertempuran laut yang terjadi di dalam perang dunia terdahulu, maka perang laut masa kini sangat dipengaruhi oleh tingkat penguasaan terhadap parameter kelautan di area pertempuran.

Baca Selengkapnya

ARTI KUNJUNGAN BATTLE GROUP INDIA KE INDONESIA

1. Pendahuluan

Pada tanggal 29 Juli sampai dengan 31 Juli 2005 Battle Group Angkatan Laut India yang terdiri dari 1 kapal induk konvensional (CV) INS Viraat,    2 kapal perusak kelas berpeluru kendali (DDG) kelas Kashin II INS Rajput dan INS Ranjit, 1 kapal korvet berpeluru kendali (FSG) kelas Khukri INS Khukri dan 1 kapal tanker (AOR) kelas Deepak INS Shakti akan mengunjungi Indonesia dengan merapat di dermaga Tanjung Priok, Jakarta. Dalam Battle Group tersebut, ikut serta Kepala Staf Angkatan Laut India Laksamana Arun Prakash yang onboard INS Viraat.

Baca Selengkapnya

KONFLIK AMBALAT DAN STRATEGI MARITIM

1. Pendahuluan

PemerintahIndonesiadanMalaysiatelah sepakat untuk menyelesaikan masalah Ambalat melalui jalur politik dan diplomasi, mengedepankan cara-cara damai dan sedapat mungkin menghindari cara-cara kekerasan atau militer. Hal ini ditandai dengan pembicaraan langsung antara kedua Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yaitu Presiden Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawai pada awal Maret 2005 yang lalu. Keputusan ini kemudian  ditindak lanjuti dengan kunjungan Menteri Luar Negeri RI Hasan Wirayudha keMalaysiapada tanggal 9 Maret 2005 untuk membicarakan masalah perbatasan khususnya di LautSulawesi.

Baca Selengkapnya