… JADI, DOKTRIN YANG MANA?

Images funny’s military doctrines, Google’s Search, 28/2/2018, 2:35.
  — Doctrine is not just what is taught, or what is published, but what is believed… (Army Doctrine Publication; Army Doctrine Primer, MoD British Army,2011).

Oleh Budiman Djoko Said

 

Pendahuluan

Pemahaman sederhana tentang doktrin adalah suatu prinsip, posisi, atau pemikiran bijak atau nasehat yang harus di-ikuti dan di-jalankan. Sedangkan pemahaman tentang doktrin militer adalah … fundamental principles by which the military forces or elements thereof guide their actions in support of national objectives. It is authoritative but requires judgment in application [1]. Doktrin bukan dominasi militer bahkan non – militer-pun sudah mengenalnya, misal: doktrin Katholik, Monroe, Marty (Natalegawa) dll[2]. Era tahun 1970-an, TNI–AL mengenal doktrin operasional yang disebut Purangla (publikasi perang laut)[3] di-ikuti dengan nomer seri yang menunjukkan divisi kepentingannya. Konon kabarnya tahun-tahun sebelum itu, Purangla selalu menjadi rujukan latihan tempur dilaut. Di-lingkungan Kemhan kategorisasi doktrin sudah dikenal dengan doktrin dasar, doktrin operasional, dan doktrin angkatan, dll. Doktrin operasional dilingkungan TNI-AL (seri Purangla) mungkin sampai tahun 1975-an populair digunakan. Doktrin operasional untuk gabungan sepertinya belum ada waktu itu. Setelah tahun 1975, Purangla kalah populair dengan doktrin operasional/taktik laut yang biasa digunakan kekuatan maritim NATO (baca Allied ~ Sekutu) yakni ATP (Allied Tactical Procedures ~ tactical doctrine) [4] dengan urutan nomer serinya tergantung kepentingannya. Kemunculan doktrin TNI-AL, nampaknya kurang tercatat dalam sejarah perkembangan doktrin, bisa saja dikarenakan publikasi yang telah ada tidak di-olah lagi atau sepertinya muatannya mirip-mirip sama. ATP dengan nomer serinya lebih mengikuti irama dan perubahan technology (baca RMA) dan hasil eksperimen ilmiah (teknik operasi riset dan analisis perang laut). Analisis ilmiah dan penggunaan teknik statistik sudah menjadi cara yang populair dan serius dikerjakan untuk membuat effektifitas system senjata atau asset yang di-miliki lebih berdaya guna dan effisien. Hasil riset atau eksperimen tersebut menjadi kapabilitas system baru dan doktrin baru sesuai dengan kecenderungan peperangan (warfare) baru dan kemudahan teknologi (RMA) [5], periksa gambar bawah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ilustrasi sederhana ini menggambarkan doktrin dengan sista dan asset (utamanya asset baru) yang ada harus di-evaluasi [6] (kolom eksperimen & evaluasi), hasilnya akan menjadi doktrin baru yang dievaluasi dengan konsep kapabilitas[7]. Besar kecil harga kapabilitas (penulis memilih kata kapabilitas/bukan kemampuan, mengingat ability bisa disamakan juga dengan kebisaan/ kesanggupan, namun masih belum bisa disebut  kemampuan sebenarnya) perlu membangun model kapabilitas[8]. Isu doktrin dalam makalah ini fokus kepada aktor negara saja. Isu ini bisa saja berkembang lebih jauh membahas doktrin versus aktor non-negara (terrorisme, insurjensi, hybrid, dll), ethika & moral (justifikasinya), moral versus misi peace keeping, peace making atau peace building, otoritasnya dan teori sekedar perang tradisional (just war traditional) dan ekses lain-nya menjadi terlalu luas untuk di-bahas  [9].

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Scroll to top
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap