Kekuatan Udara (Airpower) atau ‘Air and Space Power’?

     Oleh Budiman Djoko Said

 

Pendahuluan

Usai PD-II menyisakan pertanyaan (legenda atau mitos) tentang hadirnya satuan udara masif dan besar sebagai kekuatan Udara (Airpower). Bahkan sebagian pengamat menyebut kekuatan Udara koalisi yang begitu besar dalam perang teluk tidak lebih dari kampanye Udara (air campaign).Disadari bahwa pengawak udara (airmen) yang terlibat dalam operasi Udara paham uniknya kapabilitas kekuatan Udara, berbasis teori “konsentrasikan tembakan kepada setiap titik dimuka permukaan bumi ini”. Teori yang disepakati pemikir kekuatan udara seperti Douhet, Trenchard, Mitchell, de Seversky dan Slessor disamping cerita kekuatan Udara yang disebut mitos (pen)[1].NATO mendemokan salah satu kekuatan Udara dalam operasi “Deny Flight” (ODF) di Bosnia-Herzegovina, dimulai April 1993 sampai Desember 1995 dan diterminasi setelah 970 hari “di aerial presence[2]. NATO mengklaim telah melakukan kurang lebih 100.000 x sorti dengan total penggunaan lebih 3000 bom ― jumlah sorti dan bom yang terbesar dalam sejarah NATO[3], dan apa alasannya ?

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Scroll to top
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap