MAKNA KUNJUNGAN KEPALA INTELIJEN INGGRIS

1. Pendahuluan

Kepala Secret Intelligence Service (SIS), badan intelijen Inggris pada minggu pertama Oktober 2005 berkunjung ke Indonesia. Dalam kunjungan ke Indonesia, Kepala SIS didampingi oleh Controller for Asiadan akan bertemu dengan beberapa petinggi di bidang security, seperti Menkopolhukam, Kepala BIN, Kabais dan Kapolri. Kunjungan pimpinan salah satu lembaga intelijen termuka di dunia itu merupakan kesempatan yang sangat baik bagiIndonesia untuk bersama-sama menjalin kerjasama menghadapi berbagai konflik yang mengancam perdamaian dan stabilitas dunia saat ini.

2. Diskusi 

Adabeberapa message penting yang dapat ditangkap dari kunjungan Kepala SIS keIndonesia, termasuk bagi kepentingan Angkatan Laut sebagai aktor utama dalam keamanan nasional di laut.

Pertama, kunjungan Kepala SIS dimaksudkan untuk “belanja masalah” di Indonesia. Sebagai negara yang mengidap inter-state conflict, intra-state conflict dan trans-national threat.

Kepala SIS ingin mengetahui apa masalah intelijen yang dihadapi Indonesiasaat ini, khususnya menyangkut bagaimana bapul intelijen bekerja. Menurut informasi yang beredar, beberapa agenda yang menjadi shopping list Kepala SIS adalah terorisme, radikalisme dan ekstrimisme diIndonesia. Meskipun kunjungan Kepala SIS dimaksudkan untuk “belanja masalah”, namun kunjungan ini juga memberikan implikasi ganda bagi Indonesia.

Kedua, kunjungan Kepala SIS adalah kunjungan seorang sahabat kepada sahabatnya yang lain. Artinya, kunjungan Kepala SIS menandakan adanya political support dan moral support Inggris kepada Indonesia yang tengah menghadapi berbagai isu keamanan. Political support dan moral support ini penting sebab Inggris adalah anggota Five Power Defence Arrangement (FPDA). Dengan kunjungan ini, ada message yang mendemonstrasikan kepada negara-negara lain di kawasan akan hubungan dan kerjasama di bidang security antara Inggris dan Indonesia. Message berikutnya adalah dukungan Inggris kepadaIndonesia untuk menangani masalah terorisme, radikalisme dan ekstrimisme yang kini berkembang diIndonesia dan kawasan.

3. Makna Bagi Angkatan Laut 

Kunjungan Kepala SIS ke Indonesiaturut memberikan makna sekaligus peluang bagi Angkatan Laut dalam menjaga keamanan nasional di laut, khususnya menangani ancaman terorisme dan ancaman trans-nasional. Sebagai salah satu kekuatan dunia, Inggris sangat concern dengan masalah keamanan di laut, khususnya terhadap ancaman serangan terorisme maritim. Seperti diketahui, FPDA telah memperluas perannya dengan memasukkan isu terorisme maritim sebagai salah satu isu yang harus ditangani, khususnya terkait dengan keamanan laut di Selat Malaka.

Sehingga, maksud kunjungan Kepala SIS untuk mengetahui apa masalah intelijen yang dihadapi Indonesiasaat ini, khususnya menyangkut bagaimana bapul intelijen bekerja, harus dikaitkan pula dengan bagaimana bapul bekerja dalam activity at sea. Dengan kata lain, terbuka peluang bagi Angkatan Laut untuk mengembangkan kerjasama pada operational level dan logistic level. Peluang ini apabila ditindaklanjuti akan dapat meningkatkan kinerja intelijen maritim di Nusantara di mana Angkatan Laut adalah aktor utamanya.

4. Penutup

Kunjungan Kepala SIS ke Indonesiaharus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan Indonesia, karena Inggris memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi ancaman terorisme, radikalisme dan ekstrimisme. Terbuka peluang bagi Indonesiauntuk mengembangkan kerjasama dengan Inggris, termasuk dalam isu security at sea.

Demikian kajian ini dibuat untuk digunakan sebagai masukan atau bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-langkah berkaitan dengan pembangunan kekuatan Angkatan Laut di masa depan.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap