Memahami Perkembangan Global Kebijakan Luar Negeri & Pertahanan Trump Predictable, Unpredictable? China di Kawasan & Kepentingan Indonesia

Oleh : Heni Sugihartini

 

Pendahuluan

Memasuki tahun 2017, sepertinya hampir semua negara di dunia merasa was-was dengan kemungkinan apa yang akan terjadi di dunia tahun-tahun mendatang. Salah satunya adalah terpilihnya Doland Trump sebagai Presiden Amerika Serikat yang pada 20 januari 2017 lalu telah di sumpah di Gedung Putih. Diakui atau tidak, Amerika Serikat masih merupakan pemain besar dalam politik, keamanan dan ekonomi internasional, dan hal-hal yang terjadi di negeri Paman Sam tersebut tentu menarik perhatian banyak pihak, termasuk Indonesia. Diakui atau tidak juga, hal-hal yang terjadi di Amerika, tentang kemungkinan kebijakan luar negeri dan pertahanan dan keamanan seperti apa yang akan di terapkan atau dipromosikan Paman Sam dalam empat tahun kedepan akan berdampak pada politik dan keamanan global. Terutama pada bagaimana dampaknya terhadap kawasan dan lingkungan strategis Indonesia.Terdapat banyak perkembangan isu yang terjadi sejak akhir tahun 2016 lalu hingga hari ini. Namun dalam hal ini penulis utamanya akan berfokus pada kebijakan Amerika Serikat di bawah Trump, China dan kaitannya dengan kepentingan Indonesia.

Trump, Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan Amerika Serikat

Dalam minggu pertama pemeritahannya, Trump langsung menandatangani empat executive order yang dua diantaranya berkenaan dengan keluarnya AS dari TPP (Trans Pacific Partnership) dan pelarangan masuk dari tujuh negara muslim serta penghentian sementara program imigrasi Amerika Serikat. Seolah ingin mengukuhkan komitmen masa kampanyenya, Trump menandatangani executif order tersebut bahkan sebelum pejabat-pejabat terkait dalam birokrasi kebijakan tersebut dipilih dan disumpah. Kedua hal tersebut langsung mendapatkan respon yang menggemparkan dari sana sini, utamanya dari negara-negara penandatangan TPP dan aliansi AS dan kekhawatiran nyata dari komunitas internasional terhadap ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat di bawah Trump yang sepertinya mulai nampak.

Secara general, ide awal Trump pada dasarnya anti-Obama. Dia banyak mengkritik kebijakan-kebijakan Obama di sana sini, termasuk mengenai keterlibatan AS dalam TPP hubungan dengan China yang dipandang Amerika Serikat terlalu lemah, imigran, NATO dan seterusnya. Oleh karena itu barangkali kenapa banyak dari kita melihat akan ada perubahan besar dari cara atau pendekatan kebijakan luar negeri maupun kebijakan pertahanan Amerika Serikat dibawah Trump. Dr. Vali Nasr bahkan menyatakan bahwa Trump dapat dipastikan tidak akan melihat Asia sebagaimana Obama menempatkan pentingnya atau nilai strategis Asia dalam kebijakan luar negeri AS.

Isu kedekatan antara Trump dengan Rusia (Putin) juga merupakan salah satu isu yang banyak menjadi perhatian dari pemerintah Amerika Serikat empat tahun mendatang. Menurut Dr. Vali Nasr, Trump akan cenderung lebih memandang Rusia sebagai ‘kawan’. Ia juga menyebutkan bahwa “it is now, for the first time in the US history, in which US Foreign Policy or US in general would try tro align itself with Rusia”. Artinya bahwa barang kali saat ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, kita akan melihat bagaimana kebijakan luar negeri Amerika Serikat akan mencoba untuk mendekatkan dirinya dengan Rusia.

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating

View posts by
Heni Sugihartini, lahir di Sumedang 21 November 1993. Tahun 2011 menempuh pendidikan pada Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran, Bandung. Memulai karirnya pada Juli 2016 sebagai staff redaksi dan analis di Forum Kajian Pertahanan dan Maritim (FKPM).
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Scroll to top
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap