Modernisasi Militer Asia Tenggara: Destabilisasi Keamanan Regional?

Oleh : Goldy Evi Grace Simatupang[1]

 1. Pendahuluan

Pada bulan Mei tahun ini, sebuah forum pertahanan diselenggarakan di Singapura, yang disebut the Shangri-la Dialogue. Forum ini merupakan forum keamanan tahunan antar pemerintah yang dilaksanakan oleh sebuah lembaga think tank independen, International Institute for Strategic Studies (IISS) yang dihadiri oleh menteri-menteri pertahanan, kepala pemerintahan dan kepala staf militer negara-negara Asia-Pasifik. Dialog ini menyatukan apa yang disebut dengan “arsitektur diplomasi keamanan Asia”. Sejak pertama kali dilaksanakan tahun 2002, negara yang mengikutinya pun semakin banyak, dan terakhir ada 28 negara yang turut berpartisipasi dalam forum ini.

Shangri-la dialogue telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan diplomasi pertahanan negara-negara peserta. Bahkan, China dalam Buku Putih Pertahanannya tahun 2010 menyatakan bahwa Shangri-la Dialogue merupakan salah satu forum partisipasi mereka dalam keamanan regional untuk menunjukkan keterlibatan mereka dalam kerjasama multilateral keamanan.

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Wisudawan Firdaus Mujahidin Empo
Wisudawan Firdaus Mujahidin Empo
3 years ago

terima kasih banyak, sangat membantu untuk referensi bacaan saya

Scroll to top
2
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap