Passus vs Insurgensi: Mitos atau Dilupakan?

Oleh Budiman Djoko Said

Pendahuluan

Masih segar dalam ingatan kita serbuan ke Lapas Cebongan beberapa waktu lalu, dan diakhiri dengan waktu begitu singkat dan tim penyerbu segera menghilang.[1]  Serbuan cepat antar ruangan yang berjarak pendek pasti membutuhkan ketrampilan tinggi baik sebagai penembak jitu jarak pendek maupun ketrampilan bela diri (martial arts) dan ketrampilan ini dipelihara terus menerus agar menyatu sebagai naluri kesehariannya.

Kapasitas seperti itu hanya dimiliki pasukan khusus atau pasukan yang terlatih dalam perang Urban[2] khususnya pertempuran antar ruangan (CQC/Close Quarter Combat) dan elit polisi (SWAT)[3] anti teror. Pasukan khusus biasanya melibatkan diri dalam peperangan non-konvensional/PNK (UW/Unconventional Warfare). Pasukan ini bisa bergerak cepat, senyap, mengejutkan (surprise), ekonomik dan luwes, dalam  jumlah kecil serta dideploikan dengan cara tertutup (covert) atau klandestin dan terkesan jauh dari media.

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Scroll to top
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap