Penggunaan legal zona khusus di-domain maritim ?

Hadirnya zona pertahanan maritim, zona eksklusi, …dan lain-lain, penggunaan legal zona khusus di-domain maritim ?

Oleh: Budiman Djoko Said,

Pendahuluan

UNCLOS membagi domain maritim dalam lima (5) zona utama (atau rejim legal), yakni perairan pedalaman, teritorial, tambahan, ekonomi eksklusif, dan laut terbuka. Zona tersebut adalah tulang punggung negara pantai dan berguna bagi siapapun yang melintasi perairan tersebut. Zona adalah “boundary”, berfungsi menjelaskan (clarity), kepastian (certainty), meminimalkan risiko konflik atau pertikaian, keamanan maritim (+ keselamatan maritim), dan manajemen berlangsungnya tata hidup kandungan biota laut (sustainable) di-dalamnya.Zona digunakan sebagai mekanisme kontrol untuk kepentingan spesifik. Diluar ini masih ada zona lain yang dibangun pemiliknya dan belum/tidak pernah di-atur dalam UNCLOS/LOSC.

AS dan negara-negara maritim lain, menggunakan zona tersebut sebagai bagian dari operasi maritim-nya[1] dengan label yang disesuaikan.Misal: area peringatan (warning area), cordon sanitaire, maritime defense zone, warning zone, security zone, exclusion zone, blockade. Penggunaan zona spesifik ini, mengisyaratkan siapapun, bahaya-nya perairan tersebut, limitasi operasional tempur laut, dan menggagalkan manfaat area perairan dan ruang udara diatas oleh “lawan”.Pertemuan San Remo memberikan ruang pengaturan parameter zona tersebut mengingat partisipan San Remo memandang isutersebut sebagai “realitas” yang tidak bisa ditolak[2].Sebelum pertemuan San Remo[3], hukum perang dilaut (Law of Naval Warfare) memiliki kelemahan yang belum diatur, meskipun konvensi Hague tahun 1907 dan konvensi Geneva tahun 1947 sudah banyak membantu memperbaiki hukum perang laut ini. Zona formal tersebut menjadi tetapan negara pantai, negara pulau, kepulauan dan menjadi subyek kontrol juridiksi masing-masing negara.Rejim tersebut di-orientasikan di-damai[4]seperti: keselamatan bernavigasi, kontrol masuknyake ruang udara nasional dan pelabuhan besar atau kecil, perairan pedalaman, lingkungan, keamanan pelabuhan, struktur lepas pantai, dan kapal-kapal (sipil, militer). Idem zona keselamatan, zona keamanan, area tetapan navigasi, zona proteksi kapal Angkatan Laut, area batas air (waterfront), area terbatas, zona bahaya, area pertahanan laut (martime defense zone), dan zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ)[5]. Meski ber-orientasi damai, area berbahaya ini bisa digunakan untuk meyakinkan keselamatan ber-navigasi laut dan udara negara lain. Makalah mencoba memahami isu yang belum di-adop dalam UNCLOS/LOSC danberguna bagi Komandan kapal, pesud, dan marinir bagi kepentingan tugas maupun membantu instruktur di kursus singkat dik perwira.

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Scroll to top
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap