Perlindungan Kritikal Infrastruktur atau Pengamanan Obyek Vital Nasional?

Oleh : Budiman Djoko Said

Pendahuluan

The Nation’s critical infrastructure provides the essential services that underpin American society. Proactive and coordinated efforts are necessary to strengthen and maintain secure, functioning, and resilient critical infrastructure – including assets, networks, and systems – that are vital to public confidence and the Nation’s safety, prosperity, and wellbeing. [1]

Pengamanan obyek vital nasional sudah banyak dipublikasikan. Sebagai evaluasi mungkin perlu dilakukan studi komparatif literatur negara lain. Mengapa perlu pengamanan atau diproteksi, alasan yang sederhana adalah kesejahteraan suatu negara sangat bergantung (kritikal) pada ketahanan hidup infrastruktur kritikal dan sumber daya kunci (key resources)-nya[2]. Pelaksanaan-nya harus ada kejelasan hubungan antara rancangan proteksi nasional versus rancangan proteksi infrastruktur kritikal pemda setempat dan rencana proteksi sumber daya kunci serta rencana ketahanan sumber daya kunci tersebut (resilience). Riset menunjukkan meskipun rancangan begitu bagusnya namun upaya dan dukungan[3] pusat, daerah, maupun kewenangan setempat belum meningkat, kerjasama dengan berkolaborasi (cara tradisional seperti koordinasi masih disukai), bahkan integrasi. Diluar itu semua keandalan atau ketanggap segeraan (respons) yang tepat dan effektif tentu perlu di-evaluasi. Pendalaman kognitif dilakukan melalui kaji ulang konsep respon tersebut, namun yang lebih penting lagi mengapa di-perlukan respons tersebut. Disadari jejaring tingkat nasional dengan keterlibatan antar instrumen, instansi dan ajensi cukup tinggi dan peka. Sebaiknya meninjau bagaimana mereka membangun respon yang relatif sama ini—respon versus bahaya potensial (hazard) yang di-sebut proteksi (protection) infrastruktur [4] kritikal nasional…atau respon pengamanan (secure) obyek vital nasional [5]. Perkembangan proteksi sementara mengerucut pada tiga (3) prioritas, yakni proteksi infrastruktur (yang mana) yang signifikan memberikan dampak kehidupan bangsa, meningkatkan akurasi derajad prioritas, dan memperbaiki rencana serta pelaksanaan dengan stakeholder privat maupun publik[6]. Literatur yang ada telah mendemontrasikan hadirnya fondasi sain, rekayasa (system engineering) dan konsekuensi baik itu risiko, biaya maupun prediksi yang akan datang. Materi lainnya masih belum banyak bisa disentuh seperti implementasi program proteksi di-lapangan nantinya. Bahasan tidak mendalami logika kuantitatif (mathematik), sedangkan obvitnas disinggung sedikit diakhir kesimpulan.

Konsep (pentingnya) kalkulasi risiko

                                                       enthusiasm without knowledge is like running in the dark (unknown).

Erat kaitan risiko dengan mitigasi kerusakan, bencana atau bahaya (hazard) terhadap infrastruktur kritikal[7]. Dua (2) elemen, pertama, besaran konsekuensi atau tingkat kepedihan (severe). Kedua, sepertinya (atau likelihood)[8] adalah prediksi kemunculan setiap realisasi potensi (hazard) bahaya. Keduanya menjadi penting saat melakukan penilaian risiko. Arti risiko dalam konteks ini, adalah realisasi potensi [9] “bahaya” (hazard) dalam suatu insiden, kejadian, atau peristiwa[10] (bahaya berbeda dengan risiko). Risk  (tradisional) à Risk=f (probability, consequences)[11] sekarang berkembang sebagai -à Risk=f (threat, vulnerability, consequences). Sekuriti dan ketahanan (resilience)[12] digambarkan dalam hubungan T,V dan C versus pilihan pemerintah (garis tegak) dalam ilustrasi bawah.

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap