Potensi Maritim Indonesia dan Tugas TNI –AL

­­Oleh : Willy F. Sumakul SI.P

1.Pendahuluan.

Kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dibawah  presiden Joko Widodo saat ini untuk mewujudkan Poros Maritim Dunia adalah merupakan salah satu upaya pembangunan disektor maritime Indonesia disamping pembangunan disektor-sektor yang lain. Pembangunan Maritim saat ini menjadi sangat penting mengingat sector ini telah terabaikan selama berpuluh tahun , seolah mengingkari hakekat dan  bentuk negara kita yang merupakan negara kepulauan, dimana duapertiga wilayahnya adalah laut. Potensi maritime Indonesia dalam segala aspek, tidak mendapat perhatian yang sungguh-sungguh ( dapat dikatakan semenjak Indonesia merdeka) dari pemerintah dan rakyat  untuk dapat digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran bangsa dan negara.  Poros maritime dunia yang dicanangkan oleh presiden Jokowi tidak lain adalah  Komitmen  politik  yang tujuan  idealnya adalah untuk mengembalikan kejayaan maritim Indonesia yang menurut sejarah pernah  ada dan berjaya di Nusantara.  Tujuan operasionalnya  adalah bagaimana   menggali dan memanfaatkan potensi maritime termasuk sumber daya alam dan sumber  daya buatan yang terkandung didalamnya untuk kemajuan ekonomi dan perdagangan. Tersirat  juga dalam keputusan politik tersebut yaitu bagaimana memanfaatkan  kedudukan geografis Indonesia yang berada pada posisi silang , serta konfigurasi NKRI  sebagai suatu posisi tawar (bargaining position) yang kuat terhadap negara lain khususnya dikawasan Asia Tenggara . Secara regional Asia Tenggara, negara kita menempati duapertiga wilayahnya sehinggga tidaklah berlebihan jika Indonesia seyogiyanya memainkan peran yang lebih besar dari negara-negara tetangga baik  secara politik maupun ekonomi. Untuk mewujudkan rencana (impian ?) ini  tidaklah  mudah karena  jalan  yang akan ditempuh sangat panjang. Diperlukan  partisipasi dari seluruh komponen bangsa  menyatukan langkah dan pemikiran  khususnya    pemegang kekuasaan  dan pengambil keputusan baik Eksekutif, Legislatif maupun Yudikatif.  Oleh karena itu perlu dilakukan  suatu kajian dan pembahasan yang mendalam serta menyeluruh yang   mencakup tahap-tahap pengambilan keputusan Nasional yang meliputi Policy, strategi dan operasional sehingga akan diperoleh sedikit gambaran bagaimana sebaiknya jalan  yang  harus ditempuh untuk mewujudkan poros maritim seperti apa yang  diinginkan oleh pemerintah. Selain dari itu diharapkan para pengambil keputusan akan dapat menyatukan persepsi dan  pengertian  masing-masing sehingga tujuan  pembangunan sesuai bidang tanggung jawabnya akan terarah dan  tidak meraba-raba dan tidak jelas. Hal ini penting sekali karena ternyata beberapa waktu lalu Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa  pelaksanaan pembangunan sector maritime belum berjalan sebagaimana mestinya karena belum adanya satu persepsi yang sama diantara pemangku kepentingan, terkesan masih berjalan sendiri-sendiri.   Bahasan selanjutnya dalam tulisan ini akan mencoba menelaah dan mempelajari apa  dan bagaimana yang  harus dilakukan , tidak ada salahnya mencontoh bangsa-bangsa maritim lain yang  sudah jauh lebih maju dari Indonesia . Demikian  juga tentang teori-  teori   pembangunan kekuatan maritim yang ternyata masih banyak dianut oleh banyak negara (maritim) karena meyakini akan kebenarannya. Salah satu konsep tentang bagaimana suatu negara maritim dapat dibangun agar menjadi kuat dan makmur adalah  yang  disusun oleh A T Mahan yang antara lain ditulis dalam bukunya yang berjudul “ The Influence of Sea Power Upon History.” Buku tersebut banyak  dijadikan referensi / wajib dibaca disekolah-sekolah militer Angkatan Laut tingkat Sesko , dan tentunya  dapat juga dijadikan bahan  pemikiran  untuk pembangunan  negara maritim berkembang seperti Indonesia. Dalam buku tersebut Mahan membahas tentang factor-faktor atau komponen kekuatan maritime suatu bangsa yang utama. Menurut dia bila ingin mencapai kejayaan dan kemakmuran suatu negara maritime, maka komponen-komponen itulah yang harus dibangun dan dikembangkan.

Diantara semua komponen kekuatan tersebut,  kekuatan Angkatan Laut sebagai kekuatan militer / kekuatan perang, akan selalu menjadi komponen utama, karena peranannya yang sangat vital , baik sebagai kekuatan pertahanan maupun sebagai kekuatan keamanan dalam arti luas.  Di Indonesia, jelas terlihat dalam Undang-Undang No  34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia(TNI), pada pasal 9 yang memuat tentang tugas TNI Angkatan laut, yang dibagi dalam 4(empat ) tugas utama, menunjukkan betapa luas dan beragamnya tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh TNI –AL.

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap