Presiden 2014-2019: Akankah Indonesia Bervisi Maritim?

Presiden 2014-2019: Akankah Indonesia Bervisi Maritim?

Oleh: Amelia Rahmawaty, S. H. Int

Pendahuluan

Perhelatan akbar lima tahun sekali sudah dekat. Bakal calon Presiden Republik Indonesia berlomba-lomba menarik perhatian masyarakat agar mengenal dan bersimpati pada mereka. Media dan masyarakat sudah ramai membicarakan bakal calon presiden sejak tahun lalu; baik buruknya, popularitasnya, dan potensi kemenangan mereka pada bursa Pemilihan Presiden (pilpres) 2014-2019. Namun, ada hal yang sesungguhnya sangat penting untuk dipahami; visi.

Visi calon presiden sangat penting karena hal ini akan menentukan kebijakan dan strategi apa yang akan ia buat sepanjang memerintah Indonesia periode 2014-2019.  Berbicara tentang visi, terdapat hal menarik terkait dengan visi maritim tiga tokoh yang disebut-sebut akan maju pada pilpres 2014, yaitu; Prabowo Subianto (Calon Presiden Partai Gerindra), Gita Wirjawan (Peserta Konvensi Partai Demokrat), dan Dahlan Iskan (Peserta Konvensi Partai Demokrat). Diberitakan oleh Jurnal Maritim, ketiga tokoh ini memiliki pandangan berbeda ketika ditanyai mengenai visi maritim.

Prabowo menyatakan bahwa negara ini harus memperkuat potensi maritim Indonesia, terutama di bidang ekonomi. Untuk memperlancar perekonomian bangsa, ia sepakat dengan langkah pemerintah Indonesia dalam membangun Jembatan Selat Sunda (JSS) asalkan modal didapat sepenuhnya dari pihak swasta. Berbeda halnya dengan Gita Wirjawan, visi maritim beliau ialah meningkatkan transportasi laut dan memberdayakan fasilitas yang sudah ada. Sedangkan Dahlan Iskan setuju untuk mengurangi beban darat dengan menggunakan jalur laut, yaitu dengan membangun jalan tol di atas laut (Ikawati, 2013).

Jawaban ketiganya sedikit banyak memberi gambaran kepada kita mengenai hal yang akan mereka lakukan terhadap maritim Indonesia. Namun, dibalik pandangan visi maritim kandidat-kandidat tersebut, sesungguhnya ada hal yang lebih penting untuk direnungkan; pemimpin seperti apa yang dibutuhkan Indonesia?

 

Persoalan Indonesia: Akankah Visi Maritim Diterapkan di Indonesia ?

Indonesia adalah negara kepulauan yang membentang lebih dari 5.100 km dari timur ke barat dan sekitar 1.800 km dari utara ke selatan. Total luas daratan Indonesia adalah 1.910.440 km2, sedangkan luas wilayah perairan adalah sekitar 5.800.000 km2 (Rahtz & Sidik, 2006: 235; Mangindaan, 2008: 125).  Atau dengan kata lain, luas perairan Indonesia adalah tiga kali luas daratannya. Hal ini sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar di regional asia tenggara dan negara kepulauan terbesar di dunia (Cribb & Frod, 2009: 1) .

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Mario
4 years ago

You’re on top of the game. Thanks for shniarg.

Copyright © 2020 Forum Kajian Pertahanan dan Maritim. 
Scroll to top
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Copy link
Powered by Social Snap