Revolusi Industri 4.0: Maritim dan Implikasi Keamanan – Pertahanan

Oleh: Heni Sugihartini

  1. Pengantar

Zaman kini telah bergeser. Penggunaan istilah ‘millenials’ di kancah nasional kini juga begitu banyak didengungkan. Kita saat ini dihadapkan pada situasi dimana perang kadang nampak seperti masa damai dan masa damai terasa seperti perang. Fenomena post truth, fake news atau hoax juga merupakan fenomena sosial yang nampaknya begitu mengemuka tidak hanya di Indonesia tapi diberbagai belahan dunia, termasuk di negara-negara maju. Namun jika kita mencoba melihat lebih dalam, fenomena-fenomena tersebut merupakan salah satu bagian dari sebuah revolusi yang banyak menjadi perhatian para ahli sejak beberapa tahun terakhir. Dikatakan oleh seorang ahli bahwa saat ini kita akan menghadapi suatu perubahan baru dalam peradaban manusia. Apa yang mereka sebut sebagai The Fourth Industrial Revolution (FIR) atau Industrial Revolution 4.0(4IR – selanjutnya disebut revolusi industri 4.0). Sebuah revolusi industri pada dasarnya memang selalu datang bersamaan atau menimbulkan perubahan yang besar dalam kehidupan manusia. Namun berbeda dengan revolusi Industri sebelumnya, revolusi industri 4.0 ini menawarkan potensi yang luar biasa sekaligus potensi ancaman atau kerusakan yang luar biasa pula jika tidak bisa mempersiapkan diri dan menyikapinya secara arif. Karena revolusi industri ini, disinyalir, akan secara mendasar mengubah bagaimana kita hidup, bekerja dan berhubungan satu sama lain – bahkan identitas kita sebagai manusia.

Seperti diungkapkan sebelumnya, isu ini telah menjadi banyak perbincangan di kalangan ahli sains maupun akademisi bidang lainnya. Juga berbagai stakeholder di kancah global maupun lokal, mulai dari lembaga-lembaga pemerintah, ekonom, pengusaha, lembaga swadaya masyarakat dan sebagainya. Sebagai contoh, dalam pertemuan World Economic Forum on ASEAN di Ha Noi, Vietman pada 11-13 September lalu – dimana salah satunya Menteri Indonesia juga menjadi narasumber- topik mengenai bagaimana tanggapan, persiapan dan kesiapan kawasan Asian Tenggara menghadapi revolusi industri 4.0 merupakan salah satu tema yang diangkat. Kemudian pada pembukaan Seminar Seskoal September lalu, oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, juga sedikit menyinggung isu 4IR ini, khususnya di bidang maritim dan rencana pemerintah kedepan untuk bidang pertahanan dan TNI AL. Lalu apakah yang dimaksud dengan 4IR atau Revolusi Industri 4.0? Apa potensi yang ditawarkan baik positif maupun negatif, khususnya bagi keamanan? Dan langkah- langkah apa saja yang harus kita persiapkan untuk menghadapi atau bahkan menjadi ‘champion’ di era Revolusi Industri 4.0 ini?. Tulisan ini dibuat dengan tujuan semata-mata untuk meningkatkan kesadaran atauawarenesskita mengenai isu apa itu revolusi industri 4.0 dan overview bagaimana implikasinya dalam bidang maritim, pertahanan dan keamanan nasional.

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap