Sengketa Batas Maritim Asia Tenggara: Sebuah Tantangan Keamanan Maritim Kawasan

Oleh: Goldy Evi Grace Simatupang

“The root of most of the violent conflicts in history has been competition for territory and resources” ― Richard H. Ullman

1.           Pendahuluan

The borderless world adalah buku yang ditulis pada tahun 1990 oleh Kenichi Ohmae, seorang pebisnis Jepang. Istilah borderless world menjelaskan pengaruh globalisasi yang menciptakan hubungan baru, mengubah identitas dan pola perpindahan/pergerakan yang membuat batas menjadi tidak berarti, atau setidaknya berkurang secara drastis. Lebih lanjut lagi pada tahun 1995 dia menulis buku berjudul The End of Nation-State. Lagi-lagi Ohmae menyoroti negara-bangsa yang sudah tidak berfungsi lagi (dysfunctional) dalam konteks globalisasi perdagangan dan investasi.

Lalu, apakah pembicaraan mengenai perbatasan antar negara dan berbicara kedaulatan sudah tidak relevan saat ini? Apakah benar globalisasi membawa ‘bencana’ sedemikian rupa sehingga sekarang ini kita sudah hidup dalam ”global village” yang sudah tidak mempunyai sekat batas?

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Scroll to top
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap