STRATEGI MARITIM DAN STRATEGI NASIONAL UNTUK KEAMANAN MARITIM—PILAR NEGARA MARITIM DAN SEBAGAI DOMAIN STRATEGIK?

Oleh : Budiman Djoko Said

 

Pendahuluan

Theory does not pretend to solve the problems, it sheds light on problems and thus can provide guidance for those who have the responsibility for solving them”, H.E Eccles.

Dua (2) strategi domain maritim, yakni strategi maritim (pertahanan) dan strategi nasional untuk keamanan maritim[3], keduanya hampir pasti dikenal lulusan Cipulir[4]. Konsep poros maritim p. Jokowi membuat anak bangsa di-domain maritim NKRI ini terhenyak untuk mengejar sesuatu yang lama sekali di-tinggalkan (dan di-lupakan, pen) dan tren sekarang ini selalu bincang tentang keamanan maritim (baca strategi keamanan maritim). Memahami terlebih dahulu strategi pertahanan maritim, beralasan pengertian ini jauh lebih dulu hadir (by history) dan dibincangkan orang dibandingkan keamanan maritim[5]. Strategi pertahanan maritim (sering disamakan strategi keamanan maritim) menjadi rujukan operasional di-domain maritim. Operasi Angkatan Laut membutuhkan rujukan strategi pertahanan maritim modern. Strategi maritim mendayagunakan means atau sumber daya (dana dan kekuatan Armada tempur laut-nya yang sedang, akan dan dipelihara) dengan (pilihan) ways paling effisien (basis cost-effectiveness) agar tercapai obyektifnya (atau ends state yakni—secure the maritim domain). Ways tersebut termasuk kooperasi dan terorkestra dengan strategi instrumen kekuatan nasional menghadapi penganggu “obyektif” kepentingan nasional serta lebih bersifat keluar (outward looking).

Dipromosikan keluar sebagai strategi raya (grand strategy) atau strategi keamanan nasional[6] (baca Kamnas). Kamnas adalah “boss” atau hirarkhi tertinggi dari strategi instrumen kekuatan nasional yang ada. Mengulang hubungan strategi raya, diawali dari national security strategy, national military strategy, maritime defense strategy, dan national strategy for maritime security, satu sama lain. Strategi raya adalah strategi nasional yang komprehensif, saling bergantung pada strategi instrumen nasional lainnya (politik, ekonomi, militer, diplomatik). Tidak ada strategi nasional yang tidak merujuk dan bergantung kepada strategi raya[7]. Sebagai strategi perlu di-komunikasikan pada wakil rakyat yang terhormat sebagai dokumen (ter-dokumentasikan & di-sahkan) strategik sekaligus ujud konsensus, komitmen dan kawalan bersama elit nasional.

Sambil menunjukkan betapa pentingnya orkestra strategi instrumen kekuatan nasional ini menjamin tercapainya obyektif kepentingan nasional. Dokumen tersebut dapat dijadikan rujukan validasi, evaluasi dan audit formal[8] dan bisa digunakan untuk membuktikan andal tidaknya (andal/reliability artinya besar peluang untuk tidak gagal)—semakin andal berarti semakin besar harapan sukses perencanaan strategik tersebut[9].

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap