TINJAUAN DETERMINASI PUSAT KEKUATAN (CENTRE OF GRAVITY) DAN PROSES PERENCANAAN KAMPANYE MILITER

Kolonel Tony Herdijanto, S.E., M.Sc.

“War is thus an act of force to compel our enemy to do our will”

Carl Von Clausewitz

 

PENDAHULUAN

Kampanye militer merupakan rangkaian dari beberapa operasi gabungan dan operasi lainnya yang dilaksanakan baik secara berurutan, serentak dan kombinasi keduanya untuk mencapai tugas pokok yang telah ditentukan oleh Komando Atas melalui tahapan kegiatan perencanaan untuk menentukan suatu keputusan melalui proses pengambilan keputusan militer/PPKM atau yang disebut dengan proses Biltus.

Dalam proses perencanaan (biltus) kata kuncinya adalah Cara Bertindak (CB) untuk menjawab, paling tidak memfasilitasi konsep berpikir operational art dan operational design dari seorang CCDR (Pangkogab/Pangkogasgab) beserta staf, apakah opsgab dieksekusi secara berurutan, serentak atau kombinasi keduanya ? Karena apabila Panglima dan staf kurang tepat dalam memutuskan CB berurutan, serentak atau kombinasi keduanya, dapat dipastikan kesuksesan kampanye militer tak dapat diraih atau paling tidak mengalami perang berlarut dan kerugian massif. Di sinilah teori penentuan COG (bagian dari step Analisa Tugas) memegang peranan sangat krusial.

Hadirnya sebuah konsep dari penentuan pusat kekuatan (center of gravity) lawan dicetuskan oleh Carl Von Clausewitz (1 Juli 1780 – 16 November 1831) yang merupakan seorang tentara Prusia (Jerman) dan ahli militer terkemuka, yangmenekankan hal-hal yang vital dalam sebuah doktrin militer modern dan yang menghubungkan pentingnya Centre of Gravity dalam sebuah peperangan.
Amerika sang negara adidaya dan superpower pada akhirnya mengadopsi teori Centre of Gravitydalam merencanakan strategi perang dan diikuti oleh NATO serta negara-negara sekutu lainnya setelah tidak mampu membendung semangat pantang menyerah yang ditunjukan oleh pejuang-pejuang Vietnam dan menjadi kekalahan pertama dalam sejarah perangnya sejak tahun 1945. Hal itu dapat dijadikan sebuah pelajaran penting apabila merencanakan operasi militer, Centre Of Gravity harus dilacakterlebih dahulu agar keunggulan dapat diraih. Sebaliknya jika melesetdalam “membidik”Centre of Gravity (dalam proses perencanaan) maka peperangan akan berakibat lebih buruk dan pastinya akan berlarut-berlarut, diibaratkan oleh para ahli ”Akan lebih baik jika tidak memiliki perencanaan dalam sebuah medan perang daripada salah dalam menentukan Pusat kekuatan lawan”.

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating

Kolonel Tony Herdijanto, S.E., M.Sc.

View posts by Kolonel Tony Herdijanto, S.E., M.Sc.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap