Wadah pemikir (Think-Tanks) — belajar dari kasus wadah pemikir di-empat (4) negara

           Oleh : Budiman Djoko Said

…Think-Tanks have been increasingly required to bridge the gap between the world of idea and politics, raw information and relevant data, scholarly research and policy relevance, and the medium and the messages.

James G Mc Gann , 2007

…If the influences of mass media can be called the fourth power, other than the Executive, the Legislative, and the Judicial, in Western countries, then , I am going to argue that the think tanks should be entitled the fifth power .

Ren, Xiao.(2000)

Kalimat diatas menyadarkan kita, bahwa “pengetahuan” adalah kekuatan – pengetahuan berbasis sain, dan sain adalah fakta atau kebenaran bukan pembenaran.

 Pendahuluan

Wadah pemikir adalah lembaga independen yang diorganisir untuk melakukan riset dan produsen pengetahuan yang dikembangkan. Wadah pemikir mengisi ruang kosong kritis antara akademik dengan realisme birokrat, bahkan PBB mendefinisikan sebagai organisasi yang  menjembatani pengetahuan dan kekuasaan (Merz, hal 4). Dunia nyata dengan isu yang semakin komplek membutuhkan wadah pemikir yang berani menyarankan sebagai jembatan antara penguasa dengan pengetahuan. Sangat dipahami birokrasi pemerintah manapun hampir pasti terbelenggu dengan isu operasional sehari-hari (meski dibantu wadah pemikir internal, pen) dan nampaknya tidak ada waktu luang untuk melakukan riset riil bagi kepentingan pengembangan organisasinya.

Maaf untuk membaca full akses konten dalam format post artikel silahkan terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota milist FKPM –> D A F T A R

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Scroll to top
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap